Kuku yang terlihat kusam, mudah patah, atau terasa tipis sering dianggap sepele. Padahal, kondisi kuku bisa dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, penggunaan produk tertentu, hingga kurangnya perawatan pada area tangan dan kuku.
Jika kuku terus-menerus rapuh, sebaiknya jangan hanya menutupinya dengan kuteks. Kenali dulu penyebabnya agar perawatan yang dilakukan lebih sesuai.
Daftar isi :
- Kuku Sering Terkena Air dan Sabun
- Terlalu Sering Menggunakan Kuteks
- Kutikula Terlalu Kering
- Kebiasaan Menggigit atau Mengelupas Kuku
- Kuku Terlalu Panjang
- Kurang Perawatan pada Tangan dan Kuku
- Perubahan Kuku yang Terjadi Terus-Menerus
1. Kuku Sering Terkena Air dan Sabun
Terlalu sering mencuci tangan, mencuci piring, atau bersentuhan dengan deterjen dapat membuat kuku kehilangan kelembapan.
Akibatnya, kuku terasa lebih kering, mudah pecah, dan terlihat kusam. Jika aktivitas sehari-hari mengharuskan tangan sering terkena air, gunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan rumah dan jangan lupa menggunakan hand cream.
2. Terlalu Sering Menggunakan Kuteks
Menggunakan kuteks memang bisa membuat kuku terlihat lebih cantik, tetapi kuku juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Penggunaan kuteks, gel polish, atau remover secara berulang bisa membuat permukaan kuku terasa lebih kering, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan.
Berikan jeda antar-treatment agar kuku tetap terasa nyaman.
3. Kutikula Terlalu Kering
Kutikula berfungsi melindungi area pangkal kuku. Jika terlalu kering, kulit di sekitar kuku bisa terlihat kasar dan mudah mengelupas.
Jangan menarik atau memotong kutikula secara berlebihan. Gunakan cuticle oil atau pelembap untuk membantu menjaga area sekitar kuku tetap lembut.
4. Kebiasaan Menggigit atau Mengelupas Kuku
Kebiasaan menggigit kuku atau mengelupas lapisan kuku dapat membuat kuku semakin tipis.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan permukaan kuku terlihat tidak rata.
Jika ingin kuku terlihat lebih sehat, mulailah mengurangi kebiasaan tersebut dan jaga panjang kuku agar tetap rapi.
5. Kuku Terlalu Panjang
Kuku yang terlalu panjang lebih mudah terbentur atau tersangkut.
Akibatnya, kuku bisa retak atau patah pada bagian ujung. Memotong kuku secara rutin dan membentuknya dengan rapi dapat membantu mengurangi risiko patah.
6. Kurang Perawatan pada Tangan dan Kuku
Perawatan kuku tidak hanya soal memberikan warna.
Membersihkan kuku, merapikan bentuk, merawat kutikula, dan menjaga kelembapan juga penting agar tangan terlihat lebih bersih dan terawat.
Manicure dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu merapikan kuku sekaligus memberikan perhatian pada area sekitar kuku.
7. Perubahan Kuku yang Terjadi Terus-Menerus
Jika kuku terus rapuh, berubah warna, menebal, terasa sakit, atau mengalami perubahan bentuk yang tidak biasa, jangan hanya mengandalkan perawatan salon.
Kondisi seperti ini sebaiknya diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya.
Kapan Sebaiknya Melakukan Manicure?
Kamu bisa mempertimbangkan manicure ketika kuku mulai terlihat kusam, bentuknya tidak rata, kutikula kering, atau kulit sekitar kuku terasa kasar.
Perawatan rutin membantu membuat kuku terlihat lebih rapi dan tangan tampak lebih terawat.
Yuk, Rawat Kukumu Sebelum Makin Rapuh
Kalau kuku mulai mudah patah dan terlihat kurang terawat, jangan tunggu sampai kondisinya semakin mengganggu.
Yuk, booking treatment manicure di D’Zevas Beauty dan berikan perawatan ekstra untuk kuku serta tanganmu agar terlihat lebih bersih, rapi, dan terawat.




